Jenis Terapi Bagi Penderita Cedera Lutut yang Aman dan Terbukti Efektif


Bagi kamu penderita cidera lutut berikut ini adalah jenis-jenis terapi bagi penderita cidera lutut yang aman dan efektif.Bagi kamu penderita cidera lutut berikut ini adalah jenis-jenis terapi bagi penderita cidera lutut yang aman dan efektif.

Lutut merupakan sendi yang penting dan kompleks dalam tubuh manusia. Sayangnya sendi ini juga rentan terhadap berbagai jenis cedera yang mampu mengganggu fungsi normalnya. Cedera lutut bisa terjadi karena masalah medis tertentu, aktivitas olahraga bahkan kecelakaan. Bagaimana diagnosis, penanganan dan terapi cedera lutut yang tepat untuk mengatasinya? Simak ulasannya dibawah ini!

Diagnosis dan Tes Cedera Lutut

Ketika terjadi cedera pada lutut, agar dokter bisa memberikan diagnosis yang tepat tentu saja diperlukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik. Kedua hal ini ditujukan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab cedera serta menilai seberapa parah kondisi lutut saat itu juga. 

Namun untuk lebih pastinya, bila diperlukan dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang lain seperti rontgen lutut, kartografi, dan MRI lutut. Lebih jelasnya tentang pemeriksaan tersebut simak dibawah ini:

  1. Rontgen Lutut
    Seperti pemeriksaan rontgen pada umumnya, pemeriksaan rontgen menggunakan sinar x yang ditujukan pada bagian tulang lutut termasuk tulang kaki bagian bawah, tulang paha, tempurung lutut serta jaringan lunak sekitarnya.
    Petugas medis akan mengambil 3 gambar pada bagian tersebut yakni bagian samping (lateral view), bagian depan (anteroposterior view AP) serta gambar ketika lutut dalam keadaan menekuk (sunrise view of the kneecap). Jika memungkinkan dokter juga akan memeriksa bagian lutut satunya sebagai pembanding.
    Rontgen ini bisa dilakukan dalam posisi berbaring di tempat yang disediakan atau dalam keadaan berdiri tergantung dari kebutuhan. Ketika pengambilan gambar, disarankan pasien untuk diam selama sekitar 3 detik agar gambar bisa ditampilkan dengan jelas. Jika gambar yang diambil buram, petugas medis akan mengambil gambar ulang hingga didapat gambar yang jelas.
  2. Arteriografi
    Ini adalah cara untuk mengevaluasi kondisi sendi ketika pasien mengeluhkan nyeri berkepanjangan dengan penyebab yang masih belum bisa diketahui pasti. Pemeriksaan ini biasanya dikhususkan pada bagian tubuh yang sering menekuk seperti pergelangan tangan, lutut, dan kaki. Perlu diketahui, pemeriksaan ini dilakukan ketika gambar pencitraan pada pemeriksaan sebelumnya belum jelas.
    Cara kerja dari pemeriksaan ini adalah dengan penyuntikan zat kontras ke dalam sendi yang dikeluhkan. Untuk memastikan keakuratan injeksi, suntikan akan dipandu dengan fluoroskopi yang diikuti dengan pencitraan MRI. Bahan kontras ini akan membuat gambar tulang rawan, ligamen atau tendon pada area sekitar sendi yang dikeluhkan bisa nampak dengan jelas.
    Prosedur ini tidak terlalu menyakitkan, namun bisa saja menimbulkan reaksi alergi rendah. Oleh karena itu jika memiliki alergi, diharapkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. 
  3. MRI Lutut
    Ini merupakan salah satu prosedur tes non invasif yang menggunakan medan magnet untuk menghasilkan gambar rinci dari struktur tubuh internal. Tes ini menggunakan gelombang frekuensi radio untuk menghasilkan gambar. Proses kerjanya diasumsikan dari jaringan tubuh yang bergerak secara responsif terhadap medan magnet hingga lantas menciptakan gambar.
    Prosedur MRI dilakukan sekitar 30 sampai 60 menit. Ketika prosedur MRI lutut dijalankan, pasien akan dipasangkan perangkat kecil di sekitar lutut yang lantas menghasilkan gambar.

  Fitness Tips : Apa Benar Squat Bahaya Untuk Lutut?

Penanganan Cedera Lutut Ringan

Setelah proses diagnosis menyatakan hasilnya, selanjutnya adalah penanganan pada cedera lutut. Jika cedera lutut yang Anda miliki termasuk kategori ringan, maka berikut beberapa penanganan yang bisa Anda lakukan:

  1. Istirahatkan lutut dari berbagai aktivitas fisik, khususnya aktivitas berat.
  2. Kompres lutut menggunakan air es untuk mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri. Lakukan ini secara rutin beberapa jam sekali selama 20 menit setiap kali kompres.
  3. Posisikan lutut lebih tinggi dari tubuh ketika berbaring.
  4. Berikan elastic verband pada bagian yang cedera untuk meminimalisir guncangan.

Pengobatan dan Terapi Cedera Lutut

Jika hasil diagnosis menyatakan Anda mengalami cedera berat, selanjutnya dokter akan mengambil tindakan sesuai dengan seberapa parah kondisi yang Anda alami. Berikut beberapa penanganan, pengobatan dan terapi cedera lutut berat:

  1. Pembedahan Rekonstruksi ACL
    Operasi ACL (Anterior Cruciate Ligament) ditujukan untuk rekonstruksi ligamen ACL yang robek dan dilakukan oleh ahli bedah ortopedi dengan sub spesialis sport injury. Cedera ini biasanya terjadi pada mereka yang sering berolahraga seperti atlet dan disebabkan karena perubahan arah atau penghentian yang mendadak pada permainan bola voli, bola basket atau sepak bola. 
  2. Pembedahan Artroskopi
    Pembedahan ini digunakan untuk melihat sendi lutut tanpa memerlukan sayatan yang besar. Ketika pembedahan, ahli bedah memasukkan arthroscopy (kamera kecil) ke dalam persendian lutut agar gambar bisa ditampilkan dilayar monitor. Gambar digunakan untuk mendiagnosis serta mengobati masalah yang timbul pada lutut. Karena sayatan yang dibutuhkan untuk prosedur ini sangatlah kecil dan tipis, jadi rasa sakit yang dialami oleh pasien lebih sedikit dan proses pemulihannya juga relatif lebih singkat. 
  3. Operasi Penggantian Lutut
    Tindakan ini hanya dilakukan jika tindakan sebelumnya tidak memberikan rasa nyaman pada pasien atau jika karena ada kerusakan pada sendi. Dokter disini akan melakukan penggantian sendi lutut dengan yang baru. Tujuan penggantian lutut agar rasa sakit yang dikeluhkan pasien bisa hilang dan pasien bisa menjalankan aktivitas sehari-hari seperti sedia kala. Biasanya kondisi ini memang terjadi pada orang tua, namun bukan berarti Anda yang muda tidak berisiko. 
  4. Fisioterapi untuk Sakit Lutut
    Fisioterapi merupakan salah satu terapi cedera lutut untuk memulihkan gerakan dan fungsi lutut yang cedera. Tujuan dari penanganan dan perawatan ini untuk mengurangi risiko cedera di masa mendatang. Selain itu, terapi fisioterapi juga mampu membantu mengembalikan gerakan normal pada tubuh, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan kekuatan otot, serta membantu mengurangi resiko cedera berulang. 

  Manfaat Jogging Bagi Kesehatan Tubuh

Layanan Fisioterapi untuk Lutut

Sebelum dilakukan perawatan menggunakan fisioterapi, terapis akan terlebih dulu bertanya terkait kondisi yang tengah Anda alami. Dari informasi tersebut terapis melanjutkan pemeriksaan untuk mencari tahu perawatan seperti apa yang Anda butuhkan. Adapun pemeriksaan ini meliputi:

  1. Evaluasi cara berjalan dengan memperhatikan gerakan pada sekitar lutut ketika melangkah. Evaluasi dilakukan untuk mengamati setiap perubahan gerakan meskipun gerakan tersebut sangat kecil. 
  2. Palpasi melibatkan penggunaan tangan dengan cara menyentuh dan merasakan apakah ada kelainan seperti rasa nyeri atau tidak pada area sekitar lutut. 
  3. Rentang pengukuran gerak mengacu pada seberapa jauh lutut bergerak (diluruskan atau ditekuk). Dalam pengukuran ini terapis menggunakan instrumen khusus fisioterapi.  
  4. Pengukuran kekuatan dilakukan untuk membantu menentukan ketidakseimbangan atau kelemahan pada lutut yang menyebabkan rasa sakit. 
  5. Penilaian keseimbangan dilakukan untuk menilai apakah ada keseimbangan yang terganggu, mengalami stres atau mengalami ketegangan berlebih yang memperparah sakit. 
  6. Pengukuran pembengkakan atau ketebalan dilakukan karena tak jarang terjadi pembengkakan pada sendi lutut setelah cedera.
  7. Tes khusus dilakukan untuk menentukan struktur mana yang bermasalah. Tes ini dilakukan di area sekitar lutut. 

Setelah pemeriksaan di atas selesai, selanjutnya terapis akan menyarankan untuk melatih tubuh dengan berbagai macam gerakan untuk mempercepat penyembuhan. Gerakan yang direkomendasikan seperti latihan memperkuat pinggang, paha depan busur pendek, straight leg raises dan quad set, latihan keseimbangan dan peregangan ekstremitas bawah.

Setelah itu terapis akan memulai berbagai macam perawatan pendukung seperti stimulasi listrik, USG, penerapan panas atau es, rekaman kinesiologi serta mobilisasi sendi lutut atau pijat jaringan lunak.

Cedera lutut bisa saja terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia. Bahkan cedera ini akan lebih sering terjadi pada mereka yang banyak berolahraga. Selain cedera lutut, ada beberapa jenis cedera lain yang sering terjadi pada mereka yang rajin berolahraga.

Cedera bisa terjadi hanya pada salah satu ligamen, tendon sekitar sendi lutut atau bursae. Tidak bisa dipastikan. Jadi, jika Anda mengalami cedera pada lutut entah itu ringan atau serius, segera konsultasikan masalah Anda dengan ahlinya agar bisa mendapat penanganan yang tepat. 

Jika Anda tengah mencari layanan fisioterapi berkualitas, Fitness Indonesia adalah solusinya. Selain menyediakan layanan fisioterapi, Fitness Indonesia juga menyediakan layanan medis lainnya serta berbagai program kebugaran yang mampu membantu Anda mencapai tubuh yang sehat dengan optimal. 

Hubungi kami segera untuk informasi lebih lanjut!

Baca Juga :  NASI MERAH VS NASI PUTIH. MANA YANG LEBIH BAIK?