
Cedera bahu merupakan cedera yang umum terjadi dalam berbagai rentang umur dan aktivitas. Cedera ini menyebabkan peradangan dan rasa sakit karena otot, ligamen, dan tendon di sekitar bahu yang tidak terkoordinasi atau berfungsi dengan baik. Beberapa gerakan yang memicu cedera ini diantaranya adalah melempar, memukul, gerakan memutar dengan keras, terjatuh dengan tangan terentang, benturan dengan lengan di atas kepala, dan tekel. Selain itu, olahraga seperti berenang dan tenis juga perlu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari cedera. Nah, untuk menyembuhkan cedera bahu, melakukan fisioterapi cedera bahu sedini mungkin adalah tindakan yang paling tepat.
Apa Itu Fisioterapi Cedera Bahu?
Fisioterapi cedera bahu merupakan pengobatan non bedah yang mampu mengatasi kerusakan otot, tendon, dan sendi bahu. Tujuannya untuk mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan akibat peradangan, mengurangi kekakuan pada sendi, meningkatkan kekuatan otot sekitar bahu, mengembalikan lingkup gerak sendi, juga mencegah terjadinya cedera berulang.
Apakah Fisioterapi Bisa Menyembuhkan Cedera Bahu?
Fisioterapi dikenal dengan banyak manfaatnya, tak terkecuali untuk menyembuhkan cedera bahu. Fisioterapi menjadi tindakan non bedah terbaik untuk menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan mobilitas pasien. Tindakan fisioterapi akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien. Fisioterapis akan melakukan wawancara dan tes gerak untuk mengetahui penyebab serta mengeluarkan diagnosa yang tepat. Selanjutnya fisioterapis akan memberikan terapi yang tepat berdasarkan dari diagnosa tersebut.
Panduan Pemilihan Gerakan Latihan untuk Membangun Power
Penyebab Cedera Bahu yang Membutuhkan Fisioterapi
Ada beberapa penyebab utama cedera bahu. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Robekan Rotator Cuff (Rotator Cuff Tear)
Robekan ini terjadi umumnya karena keausan tendon bahu karena bertambahnya usia, penggunaan yang berlebihan atau cedera akut. Risiko robekan rotator cuff akan semakin meningkat pada usia diatas 40 tahun, khususnya yang beraktivitas sebagai seorang atlet, atau pekerja konstruksi.
2. Dislokasi atau Pergeseran Sendi Bahu
Dislokasi bisa terjadi saat bonggol tulang lengan bagian atas terdorong keluar dari soket bahu. Umumnya dislokasi disebabkan oleh benturan keras, terjatuh, atau karena cedera olahraga.
3. Bahu Kaku (Frozen Shoulder)
Frozen shoulder terjadi akibat peradangan serta penebalan kapsul jaringan ikat pada sendi sekitar bahu. Frozen shoulder umumnya dipicu oleh imobilisasi jangka panjang karena cedera, patah tulang, atau pasca operasi.
4. Peradangan Tendon (Tendinitis/Bursitis)
Tendinitis atau bursitis disebabkan oleh pergerakan repetitif yang berlebihan di sekitar kepala seperti angkat beban, tenis, atau berenang. Gerakan berlebih ini bisa menyebabkan robekan kecil pada tendon rotator cuff.
5. Instabilitas Sendi Akibat Trauma atau Benturan
Otot disekitar bahu yang tidak seimbang juga menjadi pemicu cedera bahu. Misalnya jika otot dada lebih kuat dibandingkan otot rotator cuff, ketegangan berlebih yang terjadi akan meningkatkan risiko cedera bahu.
Jenis Fisioterapi untuk Mengatasi Cedera Bahu
Untuk menyembuhkan cedera bahu, ada beberapa jenis fisioterapi yang bisa dilakukan. Di antaranya adalah:
1. Terapi Manual (Manual Therapy & Mobilization)
Fisioterapi cedera bahu dengan terapi manual artinya melibatkan teknik langsung oleh fisioterapis (pijat) untuk memanipulasi sendi dan jaringan lunak, meningkatkan jangkauan gerak, serta mengurangi rasa nyeri.
2. Latihan Pendulum dan Peregangan
Cedera bahu bisa disembuhkan dengan melakukan latihan pendulum dan peregangan. Latihan pendulum dilakukan dalam posisi badan membungkuk dengan posisi lengan yang menggantung. Sedangkan peregangan bahu biasanya melibatkan gerakan tarikan siku ke arah dada untuk meningkatkan fleksibilitas.
3. Terapi Ultrasound & Diathermy
Kombinasi dari terapi ini efektif dalam mempercepat penyembuhan cedera bahu. Efektifnya, terapi ini dilakukan selama 5 hingga 10 menit tiap sesinya.
4. Latihan Penguatan Rotator Cuff
Fisioterapi ini fokus pada pemulihan rotator cuff dengan latihan bertahap. Dimulai dari latihan pendulum untuk meningkatkan mobilitas, rotasi eksternal dan internal dengan resistance band, side lying external rotation, penguatan tulang belikat, dan latihan isometrik. Latihan akan dilakukan 2 hingga 3 set dengan 10-15 repetisi tiap setnya.
Terapi Cedera Ligamen Lutut
5. Stimulasi Saraf (TENS)
Ini adalah fisioterapi saraf untuk cedera bahu. Fisioterapis akan menggunakan impuls listrik untuk mengaktifkan kembali otot yang lemah, dan melancarkan sirkulasi. Metode ini akan menghalangi sinyal nyeri ke otak dan mempercepat penyembuhan jaringan lunak.
6. Edukasi Postur dan Ergonomi
Fisioterapi cedera bahu juga mencakup edukasi postur dan ergonomi agar mencegah terjadinya cedera berulang. Tahapan ini juga untuk memperbaiki mekanika tubuh secara keseluruhan dengan salah satunya mencegah postur yang buruk yang seringkali menjadi penyebab ketegangan bahu (contohnya, bahu yang membungkuk)
: 8 Jenis Latihan Penyembuhan Cedera Bahu
Manfaat Fisioterapi untuk Pemulihan Cedera Bahu
Berikut beberapa manfaat fisioterapi dalam memulihkan cedera bahu:
1. Mengurangi Ketergantungan pada Obat Pereda Nyeri
Fisioterapi telah terbukti tak hanya menutupi gejala yang timbul, namun juga mampu mengatasi akar dari penyebab nyeri secara fisik. Dengan hal ini, fisioterapi mampu mengurangi ketergantungan terhadap obat pereda nyeri, utamanya dalam kondisi yang kronis.
2. Mengembalikan Jangkauan Gerak Lengan secara Penuh
Fisioterapi efektif memulihkan jangkauan gerak lengan secara penuh setelah kondisi kaku sendi, operasi, atau setelah cedera. Fisioterapi yang dilakukan dengan tepat mampu melonggarkan jaringan lunak, melumasi persendian, hingga meredakan nyeri.
3. Menghindari Risiko Tindakan Operasi
Fisioterapi merupakan tindakan non bedah yang fokus pada penguatan otot, pemulihan fungsi, serta pengurangan rasa sakit dan nyeri melalui berbagai tindakan terapi khusus. Keuntungan ini mampu membuat pasien terhindar dari tindakan operasi.
4. Memperkuat Stabilitas Sendi Bahu
Melalui berbagai pendekatan yang terstruktur, fisioterapi mampu membantu pemulihan otot-otot di sekitar bahu agar bisa bekerja lebih optimal dalam menopang sendi bahu.
5. Mencegah Komplikasi Bahu Membeku (Frozen Shoulder)
Fisioterapi cedera bahu efektif dalam mencegah terjadinya komplikasi frozen shoulder. Hal ini karena fisioterapi mampu mengurangi kekakuan otot, serta membantu mengembalikan rentang gerak.
Kapan Memulai Fisioterapi untuk Cedera Bahu?
Semakin cepat berkonsultasi dengan fisioterapis dan memulai rehabilitasi, semakin baik dan semakin cepat hasil yang diberikan. Utamanya jika cedera yang dialami termasuk cedera parah. Dan sebaliknya, semakin lama pasien memutuskan untuk memulai fisioterapi, semakin lambat pula penanganannya yang berdampak pada memburuknya cedera yang dialami. Semakin cepat berkonsultasi dengan fisioterapis yang berpengalaman akan membantu pasien mempercepat kesembuhannya, dan mencegah terjadinya cedera berulang.
Cara Memilih Fisioterapis yang Tepat untuk Cedera Bahu
Dalam memilih fisioterapis yang tepat untuk cedera bahu, Anda harus mengetahui berbagai layanan dan terapi apa saja yang diberikan oleh penyedia layanan. Selain itu penting untuk mengetahui pengalaman fisioterapis dalam menangani bidang serupa, serta pastikan untuk mengecek sertifikasi yang didapatkan olehnya. Pertimbangkan pula reputasi berdasarkan dari ulasan para pasien, fasilitas yang memadai, serta lokasi yang mudah diakses. Pastikan semua hal tersebut dengan hati-hati mengingat semua hal tersebut akan berdampak pada kesuksesan terapi.
Pilihlah Fitness Indonesia sebagai penyedia layanan fisioterapi cedera bahu. Dengan fisioterapis berpengalaman, kami akan membantu Anda mengatasi cedera bahu dan mencegahnya terjadi lagi di kemudian hari. Hubungi kami di sini!