Cara Cek PIP Online 2025 Lewat HP, Mudah dan Praktis


Selular.id – Pemerintah terus berupaya mempermudah akses pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Kini, pengecekan status penerima bantuan PIP dapat dilakukan secara online melalui ponsel, tanpa perlu datang ke sekolah atau dinas terkait.

PIP sendiri merupakan program bantuan tunai dari pemerintah untuk siswa yang memenuhi syarat, guna menunjang kebutuhan sekolah seperti buku, seragam, dan transportasi.

Melalui PIP, diharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang terhambat mengenyam pendidikan akibat kendala ekonomi. Bantuan ini tidak hanya diperuntukkan bagi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), tetapi juga siswa dari kategori lain yang memenuhi kriteria.

Untuk memastikan status penerimaan, pemerintah menyediakan dua jalur resmi, yaitu aplikasi SIPINTAR dan laman resmi Kemendikbudristek.

Dengan kedua platform tersebut, orang tua maupun siswa dapat mengecek apakah namanya sudah terdaftar sebagai penerima bantuan PIP. Prosesnya mudah dan praktis, cukup menggunakan ponsel dengan koneksi internet.

Selain itu, pencairan dana PIP dilakukan dalam tiga termin sepanjang tahun, dengan besaran yang berbeda sesuai jenjang pendidikan.

Program Indonesia Pintar (PIP) KemdikbudProgram Indonesia Pintar (PIP) Kemdikbud

Cara Cek PIP Online Melalui HP

Untuk mengecek status PIP secara online, pengguna dapat mengakses laman resmi cekpip.kemdikbud.go.id melalui browser di ponsel. Setelah itu, masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan tanggal lahir siswa.

Sistem akan menampilkan informasi status penerimaan, termasuk besaran bantuan yang akan diterima.

Selain melalui website, pengecekan juga bisa dilakukan via aplikasi SIPINTAR yang dapat diunduh melalui Play Store atau App Store. Prosesnya serupa, yaitu dengan memasukkan data NISN dan tanggal lahir.

Kedua metode ini dirancang agar mudah diakses oleh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil.

Bagi siswa yang belum memiliki rekening bank, proses aktivasi wajib dilakukan di bank penyalur sesuai jenjang pendidikan. Hal ini penting agar dana bantuan dapat dicairkan dengan lancar.

Baca Juga :  Cara Bersihkan Memori Internal HP untuk Meningkatkan Performa

Setelah status penerimaan terkonfirmasi, siswa atau orang tua dapat menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk pencairan, seperti kartu keluarga dan surat keterangan dari sekolah.

Besaran Bantuan dan Kriteria Penerima

Besaran bantuan PIP bervariasi berdasarkan jenjang pendidikan. Siswa baru maupun kelas akhir hanya menerima setengah dana, karena mereka menempuh pendidikan selama satu semester dalam tahun anggaran berjalan. Selain pemegang KIP, penerima PIP juga mencakup siswa dari keluarga miskin dan rentan, peserta Program Keluarga Harapan (PKH), serta yatim piatu.

Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memeratakan akses pendidikan. Sejalan dengan itu, berbagai pihak seperti Telkom juga memberikan bantuan pendidikan bagi sekolah di wilayah 3T, mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pendidikan.

Pencairan dana PIP dilakukan dalam tiga termin, yaitu pada awal, pertengahan, dan akhir tahun ajaran. Hal ini bertujuan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan sekolah. Bagi yang belum terdaftar, disarankan untuk menghubungi pihak sekolah atau dinas pendidikan setempat untuk verifikasi data.

Keamanan transaksi dan data penerima menjadi prioritas dalam program PIP. Seperti layanan digital lainnya, penting bagi pengguna untuk waspada terhadap potensi penipuan. Mengutip pengalaman dari layanan serupa, platform resmi cenderung lebih aman dari fraud dibandingkan jalur tidak resmi.

Dukungan terhadap digitalisasi pendidikan juga terus ditingkatkan, termasuk melalui program bantuan ke sekolah di wilayah 3T. Hal ini sejalan dengan upaya memastikan bahwa semua siswa, regardless of their location, dapat mengakses manfaat PIP dengan mudah.

Dengan kemudahan akses melalui HP, diharapkan semakin banyak siswa dan orang tua yang dapat memanfaatkan program PIP. Langkah ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi, tetapi juga mendorong partisipasi pendidikan yang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  5 Cara Tingkatkan Speed WiFi Guna Optimalkan Internet di Rumah