6 Pilihan Olahraga yang Aman untuk Lansia Penderita Hipertensi


6 Pilihan Olahraga yang Aman untuk Lansia Penderita Hipertensi

Ringkasan Artikel

  • Olahraga ringan hingga sedang seperti senam, yoga, berenang, bersepeda, dan aerobik low impact membantu menjaga tekanan darah tetap stabil pada lansia.
  • Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg, sedangkan hipertensi dimulai pada 130/80 mmHg sehingga perlu dikontrol sejak dini.
  • Berolahragalah dengan aman sesuai kondisi kesehatan dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengurangi risiko komplikasi hipertensi.

 

Olahraga untuk hipertensi pada lansia yang aman adalah olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Jika dilakukan dengan rutin, aktivitas fisik ini mampu membantu melancarkan sirkulasi darah dan menguatkan jantung. : 8 Olahraga untuk Lansia: Jenis, Manfaat & Tips Aman

Perlu diketahui, tekanan darah normal seseorang yang dewasa adalah 120/80 mmHG. Seseorang dikatakan hipertensi stadium 1 saat tekanan darahnya menunjuk angka 130/80 mmHg atau lebih tinggi, sedangkan disebut stadium 2 jika berada di atas 140/90 mmHg. Saat seseorang mendapati tekanan darahnya berada diatas angka normal, ia perlu tindakan pencegahan dan penanganan, khususnya jika sudah berusia lanjut. Tindakan dan penanganan ini dimulai dari membatasi asupan garam, menerapkan pola hidup yang sehat, hingga berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap terkontrol. 

Lansia yang menderita hipertensi membutuhkan penanganan yang khusus karena elastisitas pembuluh darahnya yang semakin menurun seiring bertambahnya usia. Tanpa kontrol yang tepat, hipertensi akan memicu berbagai komplikasi yang serius seperti gagal ginjal, gangguan kognitif, serangan jantung, dan stroke. Diantara berbagai cara mengontrol hipertensi, olahraga menjadi salah satu hal yang sangat krusial karena telah terbukti mampu meningkatkan elastisitas pembuluh darah, menguatkan jantung, serta membantu tubuh mengontrol tekanan darah secara keseluruhan. 

Kategori Tekanan Darah pada Lansia

KategoriTekanan Sistolik (mmHg)Tekanan Diastolik (mmHg)Keterangan
Normal< 120< 80Tekanan darah berada dalam kisaran sehat. Tetap pertahankan pola hidup sehat dan lakukan pemeriksaan rutin.
Meningkat (Elevated)120–129< 80Belum termasuk hipertensi, tetapi berisiko berkembang menjadi tekanan darah tinggi jika tidak dikendalikan.
Hipertensi Stadium 1130–13980–89Memerlukan perubahan gaya hidup. Pada sebagian lansia, dokter mungkin juga menyarankan pengobatan sesuai kondisi kesehatan.
Hipertensi Stadium 2≥ 140≥ 90Membutuhkan penanganan medis dan pemantauan rutin untuk mengurangi risiko komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung.
Krisis Hipertensi≥ 180dan/atau ≥ 120Kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis segera, terutama jika disertai nyeri dada, sesak napas, gangguan penglihatan, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.

Catatan: Meskipun kategori tekanan darah pada lansia sama seperti orang dewasa pada umumnya, target tekanan darah setiap lansia dapat berbeda. Dokter akan mempertimbangkan usia, kondisi fisik, riwayat penyakit, serta penggunaan obat sebelum menentukan target tekanan darah yang paling aman.

  Terapi Pinggang Sakit untuk Meredakan Sakit Pinggang Anda

Berikut 6 Pilihan Olahraga yang Aman untuk Lansia Penderita Hipertensi

Olahraga bagi lansia penderita hipertensi baik untuk menjaga tekanan darah tetap dalam keadaan normal. Olahraga yang teratur mampu membantu melenturkan pembuluh darah, melancarkan sirkulasi darah, serta menguatkan otot jantung. Namun tidak semua jenis olahraga diperbolehkan untuk lansia yang menderita hipertensi. Ada beberapa aturan penting yang harus diketahui dan diperhatikan untuk mencegah risiko cedera atau lonjakan tekanan darah yang mendadak. Berikut beberapa jenis olahraga untuk hipertensi pada lansia​: 

1. Senam

Senam hipertensi merupakan senam dikhususkan bagi penderita darah tinggi dan lansia yang ingin mengontrol tekanan darahnya. Senam hipertensi disusun dari gerakan pemanasan, gerakan inti, serta pendinginan. Semua gerakan tersebut dilakukan secara sistematis dan terstruktur untuk membantu mengontrol dan melancarkan peredaran darah, serta menjaga stabilitas tekanan darah. 

2. Bersepeda

Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang aman bagi lansia yang menderita hipertensi. Olahraga ini juga menyenangkan karena bisa menikmati pemandangan selama perjalanan. Namun bagi lansia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bersepeda. Diantaranya adalah: 

  • Bersepeda melibatkan otot-otot besar bagian bawah, oleh sebab itu konsultasikanlah terlebih dulu dengan dokter sebelum mulai bersepeda. Ini untuk menghindari masalah nyeri kronis pada kondisi kesehatan tertentu. 
  • Pilihlah sepeda yang bisa dikendarai dengan posisi tegak untuk menghindari nyeri punggung bagian bawah.
  • Mulailah bersepeda di jalan yang mudah. Misalnya jalan aspal yang datar. 
  • Saat bersepeda, gunakan kecepatan yang stabil untuk meringankan kerja pergelangan kaki, lutut, dan menjaga kesehatan persendian. 
  • Gunakanlah pelindung untuk yang ringan untuk mencegah risiko cedera fatal jika terjatuh.

3. Yoga

Olahraga yang aman untuk lansia penderita hipertensi selanjutnya adalah yoga. Meski begitu, sebelum menjadwalkan latihan yoga, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan tim rehabilitas medik Anda. Pose yang disarankan bagi lansia penderita hipertensi diantaranya adalah child pose, sukhasana, shavasana, cobra pose, dan bridge Pose. 

4. Berenang

Olahraga untuk hipertensi pada lansia​ yang direkomendasikan selanjutnya adalah berenang. Berenang dipromosikan karena olahraga ini tidak terlalu membebani sendi. Olahraga ini juga membawa dampak positif bagi penderita hipertensi karena mampu menurunkan tekanan darah rata-rata sebesar sembilan poin dalam tempo 3 bulan. Berenang juga menjadi pilihan olahraga yang paling tepat bagi seseorang dengan kelebihan berat badan. 

Meskipun olahraga ini memiliki banyak manfaat, namun sebelumnya Anda juga harus melakukan berbagai persiapan untuk menghindari risiko kram otot, cedera, kelelahan berlebih, atau masalah kesehatan lain seperti dehidrasi atau iritasi kulit. 

5. Kelas Aerobik

Jenis aerobik yang efektif bagi lansia penderita hipertensi adalah aerobik low impact. Latihan ini fokus pada peregangan, jalan di tempat, dan latihan kardio ringan yang mampu melancarkan sirkulasi darah tanpa memberi beban berlebih pada sendi. Karena cenderung aman dan mampu meminimalisir nyeri sendi, latihan ini ideal bagi ibu hamil, seseorang yang masih dalam tahap pemulihan akibat cedera, dan juga bagi lansia. 

6. Senam

Selain senam aerobik low impact, jenis senam lain yang direkomendasikan bagi lansia yang menderita hipertensi, yaitu senam zumba atau senam irama ringan.

Senam irama atau zumba ringan juga merupakan salah satu jenis senam yang mampu menjaga stabilitas tekanan darah karena salah satu manfaatnya yang mampu menguatkan otot jantung. Saat otot jantung lebih kuat, jantung mampu memompa darah tanpa usaha berlebih sehingga tekanan pada dinding arteri berkurang. Hasilnya tekanan darah bisa jadi lebih stabil. 

  Pemulihan Cedera Olahraga dengan Terapi Profesional dan Program Kebugaran

Selain beberapa olahraga untuk hipertensi pada lansia​ diatas, masih banyak olahraga lain yang aman dilakukan. Namun apapun jenis olahraganya, pastikan untuk berkonsultasi dengan tim rehabilitasi medik terlebih dulu. Ini penting agar olahraga yang dipilih sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Apalagi jika Anda adalah seorang lansia. 

 

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berenang, khususnya bagi lansia. 

1. Makan Sebelum dan Sesudah Renang

Makan sebelum dan sesudah berolahraga sangat disarankan namun disarankan dalam porsi yang secukupnya. Berenang dengan perut kosong bisa membuat lemas, sedangkan berenang dengan perut kenyang bisa memicu kram atau mual. 

2. Pemanasan

Sebelum berenang, pemanasan menjadi hal wajib yang harus dilakukan. pemanasan mampu membantu meningkatkan detak jantung, suhu tubuh, pernafasan, dan membuat otot tidak kaku. Untuk lansia, pemanasan bisa dimulai dengan jalan cepat dan ditambah dengan sedikit peregangan pada kepala, tangan, dan kaki. Jika memungkinkan, Anda juga bisa melakukan pemanasan dengan sepeda statis. Namun bagi yang masih dalam tahap pemulihan, jalan santai adalah pilihan yang paling tepat. 

3. Minum Cukup Air

Meskipun tidak terasa haus, minum menjadi hal penting yang harus dipersiapkan sebelum berenang. Namun jangan berlebihan karena bisa menyebabkan sering bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. 

4. Mintalah Pendamping

Lansia yang menderita hipertensi tidak disarankan berenang sendirian. Ajaklah pendamping untuk mengawasi Anda saat berolahraga. Tak hanya sebagai pengawas, pendamping juga bisa membantu lansia dalam mempraktekan berbagai gerakan renang, serta menjadi pengingat untuk istirahat atau minum di sela-sela olahraga. Keberadaan pendamping (keluarga atau orang terdekat) juga ikut meringankan stres karena membuat momen olahraga jadi lebih menyenangkan. 

5. Buat Jadwal dan Konsultasikan ke Dokter

Meskipun olahraga air tergolong aman, namun bagi lansia dengan kondisi kesehatan tertentu tetap harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter atau tim rehabilitasi medik. Ini penting untuk menghindari cedera yang mungkin terjadi saat berenang. 

Meskipun berenang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan lansia, namun sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. Kombinasikan dengan jenis olahraga lain seperti jalan santai, bersepeda, yoga, atau senam untuk mendapatkan manfaat yang jauh lebih banyak.

Jika Anda adalah seorang lansia yang menderita hipertensi dan ingin membuat program latihan, Fitness Indonesia siap membantu Anda. Dengan tim profesional, Fitness Indonesia siap membuatkan program latihan yang aman dan mampu mendukung kesehatan Anda.  Konsultasikan segera dan hubungi kami disini untuk informasi lebih lanjut!

 

FAQ Olahraga yang Aman Bagi Lansia

 

Apakah lansia penderita hipertensi boleh berolahraga setiap hari?

Boleh, selama intensitasnya ringan hingga sedang dan telah mendapat izin dari dokter.

Berapa lama durasi olahraga yang disarankan?

Sekitar 150 menit per minggu atau 30 menit setiap hari selama lima hari dalam seminggu.

Apakah olahraga bisa menggantikan obat hipertensi?

Tidak. Olahraga membantu mengontrol tekanan darah, tetapi obat tetap harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter.

Kapan olahraga harus dihentikan?

Segera berhenti jika muncul nyeri dada, sesak napas berat, pusing, atau jantung berdebar tidak normal.

 

Pendapat Penulis

Menurut saya, olahraga merupakan investasi kesehatan yang sangat penting bagi lansia penderita hipertensi. Tidak perlu memilih latihan yang berat karena aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten sudah memberikan manfaat besar. Kunci utamanya adalah memilih olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh, melakukannya secara rutin, dan tetap berkonsultasi dengan tenaga medis agar hasilnya lebih aman dan optimal.

Disclaimer

Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi kesehatan dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun saran dari dokter. Setiap lansia memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Sebelum memulai program olahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan, terutama jika memiliki penyakit jantung, diabetes, gangguan sendi, atau komplikasi hipertensi lainnya.

Related posts:

Baca Juga :  Cara Hilangkan Iklan Mengganggu di HP Infinix