Foto Blur dan Grainy Jadi Tren Baru Generasi Gen Z
Tren penggunaan kamera vintage di kalangan generasi muda yang semakin populer sebagai bagian dari gaya ekspresi visual di media sosial.
Tren ini ditandai dengan meningkatnya minat Gen Z terhadap hasil foto bergaya analog, blur, grainy, hingga low light yang dianggap lebih personal dan autentik dibanding foto digital yang terlalu sempurna.
Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya penggunaan kamera analog dan digital compact lawas atau digicam untuk mengabadikan momen sehari-hari.
Efek visual seperti flash berlebih, noise, hingga warna yang tidak presisi justru menjadi elemen yang dicari karena dianggap mampu menghadirkan nuansa nostalgia dan estetika retro khas era 1990-an hingga awal 2000-an.
Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, mengatakan tren kamera vintage berkembang karena generasi muda ingin menghadirkan pengalaman yang lebih personal dalam mendokumentasikan aktivitas sehari-hari.
“Tren foto kamera vintage lagi jadi salah satu cara bagi generasi muda untuk menciptakan momen yang terasa lebih punya karakter. Kami melihat tren ini hadir karena adanya keinginan untuk mencari cara yang lebih personal dalam mengabadikan momen,” ujar Adi.
Tonton juga:
Menurutnya, tren tersebut tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir foto, tetapi juga pengalaman di balik proses pengambilan gambar.
Mulai dari memilih kamera, menentukan konsep visual, hingga menunggu hasil cetak film pada kamera analog menjadi bagian dari pengalaman yang dinilai lebih emosional dibanding fotografi smartphone instan.
Kamera analog dan digicam kini kembali diminati karena menawarkan karakter visual berbeda. Kamera analog menghasilkan tone warna hangat dengan efek grain alami yang identik dengan film klasik.
Sementara digicam lawas menghadirkan tampilan khas era Y2K dengan warna flat, blur ringan, dan efek flash yang lebih agresif.
Di media sosial seperti TikTok dan Instagram, tren ini berkembang bersamaan dengan meningkatnya minat terhadap konten visual bertema candid, raw, dan documentary style.
Foto yang terlihat spontan dianggap lebih mampu merepresentasikan momen nyata dibanding gambar yang terlalu banyak melalui proses penyuntingan.
Shopee menilai tren tersebut juga mendorong peningkatan minat terhadap produk pendukung fotografi vintage, mulai dari kamera analog otomatis, disposable camera, baterai cadangan, hingga aksesori seperti strap kamera dan pouch pelindung.
Selain perangkat kamera, konsep visual juga menjadi bagian penting dalam tren fotografi vintage.
Pengguna kini semakin memperhatikan elemen pendukung seperti outfit, pencahayaan, hingga lokasi pemotretan untuk membangun mood tertentu di media sosial.
Untuk menghasilkan foto bergaya vintage, pengguna biasanya memanfaatkan pencahayaan natural saat golden hour atau menggunakan flash langsung untuk menciptakan efek dramatis khas kamera digital awal 2000-an.
Angle yang tidak simetris dan komposisi yang lebih spontan juga menjadi bagian dari estetika visual yang berkembang di kalangan Gen Z.
Di sisi lain, tren ini menunjukkan adanya perubahan pendekatan generasi muda terhadap fotografi digital.
Jika sebelumnya kualitas teknis seperti ketajaman dan akurasi warna menjadi fokus utama, kini unsur emosional dan storytelling visual mulai lebih diperhatikan.
Shopee menyebut pihaknya akan terus menghadirkan pilihan produk fotografi dan gaya hidup yang mendukung kreativitas pengguna.
Platform e-commerce tersebut juga melihat tren kamera vintage sebagai bagian dari perkembangan budaya visual digital yang terus berubah mengikuti preferensi generasi muda.
.
