
Skoliosis merupakan kondisi tulang belakang yang melengkung membentuk huruf C atau S. Banyak kasus skoliosis yang terjadi di usia anak-anak karena perkembangan tulang belakang mereka yang belum sempurna. Meski begitu, skoliosis tidak mengenal usia. Mereka yang berusia dewasa juga bisa mengalami skoliosis.
Pertanyaannya, apakah skoliosis bisa sembuh tanpa operasi? Tindakan operasi adalah tindakan yang paling efektif untuk menyembuhkan skoliosis. Namun perlu diketahui, tidak semua kasus skoliosis harus ditangani dengan tindakan bedah. Keputusan ini akan sangat bergantung dari jenis skoliosis, tingkat derajat keparahannya, hingga pilihan terapi apa saja yang tersedia.
Lebih jauh lagi, simak cara menyembuhkan skoliosis tanpa operasi dibawah ini.
Apakah Skoliosis Bisa Sembuh Tanpa Operasi?
Skoliosis bisa ditangani dengan jalur bedah maupun non bedah. Kedua jalur perawatan ini ditujukan untuk menghentikan progresivitas tulang, meluruskan tulang yang bengkok, serta menyeimbangkan bentuk tubuh. Hal terpenting saat berhadapan dengan skoliosis adalah deteksi dini. Semakin cepat terdeteksi dan ditangani, hasilnya juga akan semakin baik. Artinya besar kemungkinan skoliosis bisa sembuh tanpa harus menjalani prosedur operasi.
Faktor Penentu Keberhasilan Penyembuhan Skoliosis Tanpa Operasi
Keberhasilan dalam penyembuhan skoliosis sangat bergantung pada beberapa hal, yaitu:
1. Derajat Kelengkungan
Kurva lengkung yang lebih kecil (sekitar 10-25) derajat memiliki peluang koreksi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan lengkung kurva yang lebih besar (diatas 40 derajat).
2. Usia
Faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan skoliosis adalah usia. Remaja dengan tulang yang masih tumbuh dan memiliki derajat kelengkungan dibawah 25 derajat memiliki keberhasilan yang lebih tinggi karena brace masih mampu menghentikan progresi kelengkungan.
8 Jenis Latihan Menguatkan Ligamen Lutut Pasca Operasi
3. Kondisi Otot dan Tulang
Kondisi otot dan tulang sangat berpengaruh penting terhadap keberhasilan tindakan. Penanganan yang efektif melibatkan penguatan otot inti serta otot punggung akan meningkatkan peluang perbaikan.
4. Penyebab Skoliosis
Faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan perbaikan skoliosis adalah penyebabnya. Dengan mengetahui penyebabnya, dokter atau fisioterapis akan mampu menentukan jenis dan tingkat keparahan lengkungan, serta pendekatan terbaik untuk penangannya.
Cara Mendiagnosis Skoliosis
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis skoliosis. Diantaranya adalah:
1. Pemeriksaan Fisik
Skoliosis bisa didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik. Biasanya pasien akan diminta untuk berdiri lalu membungkuk ke depan. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan kelengkungan tulang dan simetri bahu.
2. X-Ray
Langkah ini ditujukan untuk memastikan jenis skoliosis dan mendeteksi jika ada kondisi yang lain seperti patah tulang, kelainan bentuk, atau infeksi.
3. MRI
Pemeriksaan MRI akan menghasilkan gambar tiga dimensi. Pemeriksaan ini disarankan untuk pasien yang memiliki keluhan nyeri hingga refleks yang menurun. Pemeriksaan MRI akan menunjukan sumsum tulang belakang, degenerasi, kelainan bentuk, akar saraf, serta pembesaran pada daerah sekitarnya.
Cara Menyembuhkan Skoliosis Tanpa Operasi
Skoliosis pada dasarnya tidak benar-benar sembuh, namun kondisinya bisa diperbaiki dan dikendalikan dengan perawatan yang tepat. Ada beberapa cara menyembuhkan skoliosis tanpa operasi yang bisa memperlambat perkembangan lengkungan pada tulang belakang, yaitu:
1. Fisioterapi dan Latihan Penguatan Otot
Fisioterapi dan latihan penguatan otot efektif dalam mengoreksi kelengkungan dan mengatasi rasa tidak nyaman pada pasien. Kedua terapi ini juga efektif menguatkan otot punggung dan tungkai bawah, serta membantu pasien untuk mencegah cedera dan meningkatkan fleksibilitasnya. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari fisioterapi dan latihan penguatan otot, jenis latihan yang dilakukan harus atas rekomendasi dokter atau fisioterapis. Latihan juga harus dilakukan dengan rutin dan sesuai dengan frekuensi dan durasi yang dianjurkan.
2. Terapi Schroth
Ini adalah terapi khusus untuk skoliosis. Terapi ini terbukti efektif bagi pasien dengan kurva lengkung 10 hingga 30 derajat. Pasien dengan lengkung lebih dari 30 derajat juga bisa mendapatkan manfaatnya, namun terbatas.
5 Jenis Terapi Cedera Olahraga beserta Contohnya
3. Penggunaan Penyangga (Brace)
Penyangga atau brace skoliosis tidak menyembuhkan namun memperbaiki dan mencegah tulang kelengkungan tulang semakin bertambah buruk. Apalagi saat pasien masih dalam masa pertumbuhan. Brace berperan sebagai penahan agar tulang belakang tidak berputar (tetap lurus). Brace umumnya digunakan harian oleh mereka yang memiliki derajat lengkung 20 hingga 40 derajat.
4. Penggunaan Korset Skoliosis
Jika lengkungan kurva lebih dari 20 derajat, korset menjadi salah satu pilihan penanganan yang efektif untuk mereka yang masih dalam masa pertumbuhan. Korset disini berfungsi untuk mengoreksi lengkungan tulang belakang dan untuk mencegah bertambahnya derajat lengkungan. Sama halnya dengan brace, korset juga harus dipakai setiap hari hingga pertumbuhan tulang berhenti. Umumnya dipakai selama 18 jam sehari, juga saat tidur.
5. Asupan Nutrisi dan Vitamin D
Meskipun belum dipastikan, namun asupan nutrisi dan vitamin D dipercaya mampu membantu mencegah skoliosis. Bahkan ada beberapa studi yang menunjukan jika beberapa remaja dengan skoliosis idiopatik memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah. .
Kapan Penderita Skoliosis Harus Operasi?
Bagi penderita skoliosis yang memiliki derajat lengkung lebih dari 40 derajat, harus menjalani prosedur operasi. Prosedur ini dilakukan untuk menghentikan pembengkokan yang semakin parah, menghilangkan rasa nyeri, mengoreksi tulang yang bengkok, serta meningkatkan kualitas hidup penderita. Beberapa hal yang menjadi dasar indikasi operasi adalah:
- Penderita memiliki derajat lengkung lebih dari 40 derajat dan masih dalam masa pertumbuhan
- Terdapat deformitas yang bisa memberikan gangguan
- Jika gagal setelah melakukan tindakan konservatif
Kebiasaan Sehari-Hari untuk Mencegah Skoliosis
Skoliosis tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, oleh sebab itu sebaiknya hindari berbagai kebiasaan yang mampu menyebabkan skoliosis. Berikut beberapa kebiasaan yang mampu mencegah skoliosis:
1. Duduk dan Berjalan dengan Posisi Tegak
Kebiasaan duduk dan berjalan dengan posisi tegak efektif mencegah skoliosis. Namun sebaliknya, kebiasaan duduk dan berjalan dengan posisi membungkuk lambat laun akan membuat lengkungan tulang berubah.
2. Rutin Berolahraga
Olahraga akan mampu menguatkan dan meningkatkan fleksibilitas otot. Dengan berolahraga secara teratur, otot-otot terpenting yang mampu menyokong tulang belakang akan menjadi semakin kuat dan semakin lentur sehingga mampu mencegah skoliosis.
3. Memenuhi Nutrisi Penting untuk Tulang
Tulang memerlukan nutrisi supaya bisa kuat. Untuk mendukung hal tersebut, tubuh membutuhkan asupan vitamin D dan kalsium. Kedua nutrisi tersebut mampu menjaga kekuatan tulang.
Tidak ada satupun orang yang ingin mengalami skoliosis. Namun jika hal ini sudah terjadi, maka yang terpenting adalah segera berkonsultasi pada dokter atau ahli fisioterapis untuk tindakan penanganan lebih lanjut. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula peluang untuk hasil yang terbaik.
Jika Anda mencari ahli fisioterapis untuk skoliosis, hubungi tim Fitness Indonesia. Tim Fitness Indonesia akan memberikan panduan lengkap latihan fisioterapi untuk skoliosis. Hubungi kami di sini sekarang juga!